MODEL PENCEGAHAN BULLYING DI PESANTREN
Original price was: Rp200,000.Rp175,000Current price is: Rp175,000.
Diskon 13%Alasan berbelanja di Saudagar Shop
- Pesanan sebelum jam 2 siang akan diproses dihari yang sama
- Garansi uang kembali
- Bisa COD - Bayar setelah barang sampai
Deskripsi
Ulasan (0)
Deskripsi
Fenomena bullying di pesantren merupakan persoalan serius yang berpengaruh terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual santri. Lingkungan pesantren yang bercirikan kehidupan berasrama 24 jam, hierarki senior–junior yang kuat, serta pola disiplin tradisional menjadikan potensi terjadinya bullying lebih tinggi dibandingkan dengan lembaga pendidikan non-asrama. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pencegahan bullying berbasis adab pesantren sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, manusiawi, dan mendidik.
Diantara faktor risiko bullying di pesantren antara lain budaya senioritas ekstrem, disiplin keras tanpa aturan tertulis, pengawasan musyrif yang terbatas, kesulitan adaptasi santri baru, dan kurangnya pelatihan deteksi dini. Sebaliknya, faktor protektif yang mampu menekan bullying meliputi kepemimpinan kiai yang tegas dan humanis, musyrif yang terlatih, kurikulum adab dan literasi emosional, SOP anti-kekerasan, serta sistem pelaporan yang aman.
Model Pencegahan Bullying Pesantren yang terdiri dari tiga komponen utama: (1) penguatan nilai adab sebagai fondasi moral; (2) pembenahan struktur asrama melalui peran musyrif, penataan kamar, dan pembatasan senioritas; serta (3) penyusunan SOP komprehensif yang meliputi deteksi dini, penanganan kasus, dan mekanisme pelaporan aman. Model ini diharapkan dapat menjadi acuan implementatif bagi pesantren dalam mencegah perundungan serta mendorong terciptanya budaya pendidikan yang berlandaskan rahmah, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia (karāmah al-insān).
Ulasan (0)
Tinggalkan Balasan







Ulasan
Belum ada ulasan.